Selamat Datang Di Website Saya

Ingin Melihat Sang Mentari Tertidur

Senin, 23 Juni 20140 komentar

Senin, 07 April 2014

Hari yang ditunggu, sepertinya akan jadi salah satu hari yang membuat bahagia. Pagi yang cerah sedikit gerimis dan mendung tak seperti biasa berangkat ke Sekolah tempat raktek lapangan lebih pagi, kebetulan kelompok praktek kebagian jadi petugasnya dan saya jadi pemimpin upacara. Sebenarnya sih bukan hal itu yang bikin bahagia, tapi bahagia akan sebuah janji yang jarang terjadi. Niatnya sih ga ngajar karena janji itu, tapi masih banyak waktu untuk memenuhi janji itu ya ngajar dulu... janjian jam 10, jadi ketemunya jam 12.15an. Umi Kulsum saya panggil, entah kenapa nama itu tiba-tiba muncul tapi bukan berarti karena kebawelanya, ke cerewetanya, ke jutek dan judesnya apalagi marahnya.. tapi enak aja manggil nya UMI Kulsum, pas bagian Umi nya itu loh... singkat cerita, kita ketemuan dan janjian diterminal, tadinya sih saya ngajak ketemuan deket kampus, karena kalo keterminal muter dulu.. tapi, umi nya minta ke terminal aja, yaudah mau gmana lagi ga enak juga perempuan yang nyamperin... Tujuan pertama adalah keluar Kota, aga lebay sih tapi bener kan dari Serang ke Cilegon beda kota. Dengan ketidaktahuan saya akan tempat yang dituju saya ikuti instruksinya aja arah jalanya kaya mamang ojek,, saya bangga dibilang mamang ojek, tapi ojek cinta. Tibalah disebuah tempat di Cilegon, ternyata tempat bahan baku kerajinan, ada akrilik yang dibuat jadi bros, gantungan kunci yang terbuat dari bahan kain dan banyak lagi. Seneng nih diajak ketempat kaya gini, serasa unik gimana gitu tempatnya, ga salah umi ngajak ke tempat kaya gitu. 
Sambil belanja Umi belajar juga membuat bros untuk mengingatkan materi terdahulu yang telah ia dapatkan. dan tahukah anda akan hasilnya? GAGAL, Ga RAPIH! Haha,, senangnya saat itu bisa ngeledek.. (Muka Jahat). Tapi ledekanya juga dibarengi rasa "------", jadi ga beneran ngeledeknya. kan  "Hidup dengan pasanganmu hiasi dengan penuh warna" kata saya. jadi ledekan itu untuk menambah akrab aja sih sebenernyamah dan biar hidup ini ga datar selalu ada hal yang menyenangkan. Sebelum Ashar kami meninggalkan tempat kerajinan tersebut, niatnya sih mau pulang karna udah sore juga. Tapi kumandang Adzan Ahsar sudah tiba, akhirnya sambil naik motor mencari Masjid, tapi pilihannya ternyata Masjid Agung Cilegon.
Kata yang masih saya ingat dan akan tetap saya ingat adalah “Shalat ke Masjid Agung ini berharap menemukan jodoh” dan satu impian kami yang sama adalah ingin Shalat di Masjid Agung yang ada di Indonesia. Cita-cita dan keinginan yang aneh memang, dan bisa kapelan gitu. Jadlah hayalan saya yang selanjutnya. Udah sore nih jam 4, saatnya pulang. Eh keluarah Ide gokil “Ingin ke Pantai” si Umi nya, dia inget perkataan saya dulu yg bilang kalau ke pantai dari Cilegon deket Cuma sentengah jam, makanya pengen kepantai. Padahal pulang dari pantai bisa kemaleman, mana malemnya Umi ada rapat KPPS jam 7. Itu adalah kebijakan yang berat yang harus saya pilih, Antara keinginan dan kebaikan! Huuuuft, akhirnya keinginanlah yang menang, kapan lagi kan bisa ngebuat Umi bahagia. Mungkin nanti-nanti mah suaminya yang bakal ngebahagiainya, nah kita kapan? Inilah waktu yang tepat.
Dengan sedikit mendung dan dingin menerpa, perjalanan dilanjutkan untuk melihat sang mentari tidur di pantai. Dan benar dari firasat mendung, hujan akhirnya turun juga. Meneduhlah disebuah tempat yang melindungi dari basahnya hujan. Tidak lama setelah meneduh tiba-tiba ada sebuah pesan masuk ‘teng tong’. Dan apakah isi pesan itu? Ternyata SMS! Dari Umi lagi. Sms nya Allah tidak mengizinkan kita kepantai. Tapi Cuma sekedar sms, hujan udah reda tetep lanjut ke pantainyamah.
Cape? Banget, Ngantuk? Iah… mana bawa motornya disuruh ngebut aja lagi ga sabaran buat liat laut. Tuh sifat jelek Umi keluar! Ga sabaran.
Letih lelah yang dirasa bisa hilang loh! Ketika melihat orang yang kita “……“ seneng dan bahagia. Yang saya rasakan sih gitu, ngeliat Umi seneng amat luar biasa ketika melihat laut. Tapi itu belum ke pantai tujuan kami. Biasa sifat ga sabaran Umi muncul lagi dan pengen cepet-cepet nyampe.





Nih pantainya, indah ga indah tapi udah bikin Umi seneng itu juga udah cukup kok!
Dan tahu ga? Mengajak Umi ketempat ini tuh hayalan 2 tahun yang lalu. Dulu pernah ngajak tapi jawabanya itu ia mau tapi dengan “Suami”, dan sekarang jadi kenyataan meski dengan saya.
Ternyata yang membuat sedih dan akan teringat terus adalah, Kesedihan yang diselimuti kebahahgiaan, sebahagia apapun tak akan pernah terasa karena didalamnya selalu ada kesedihan.
Pura-pura tegar dan menahan air mata. Disana sadar dengan dugaan sebelumnya dari sebuah ungkapan “jangan berharap pada bunga yang akan jatuh dari tangkainya”. Disaat itulah, tekad yg kuat tercipta. Semua bunga kan jatuh dari tangkainya, dan sebuah bunga akan jadi penghias terindah dalam hidup. Takan disia-siakan waktu yang ada untuk merawatnya sehingga terlihat tetap cantik dan menawan.
Bersedih-sedih rianya sudahan, tinggal bagaimana caranya membuat hidup ini selalu bahagia dan monoton. Dipantai niatnya sebentar, tapi pesona sang mentari yang akan tertidur begitu menarik hati. Akibatnya datang di Serang jam 20.00 WIB.
Maaf untuk kali ini tidak bisa mengantarkan sampai kedekat rumah, karena kondisi tubuh yang tidak memungkinkan. Sakit yang kurasa memag tidak semua orang tahu dan sadar karena biasanya selalu ku memaksakan diri. Tapi untuk kali ini tak seperti biasanya! Maaf UMI :-D

Satu hal yang ingin hati ini sampaikan, semoga tujuan Umi memberikan yang terbaik untuk suami Umi nanti bisa tercapai. Betapa bersyukurnya lelaki yang nantinya akan menjadi Imam dalam hidup Umi.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Tentang Kami | Creating Website | Johny Template | Mas Templatea | Pusat Promosi
Copyright © 2014. Galuh SW Coorporation - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger